Home Ekonomi & Bisnis Dari Laundry, Sudarna Mampu Pekerjakan 15 Orang

Dari Laundry, Sudarna Mampu Pekerjakan 15 Orang

7 min read
0
0
164

Penatu yang juga disebut laundry merupakan ladang usaha yang sangat menggiurkan. Usaha ini berkembang tidak hanya di perkotaan, tapi sudah merambah ke berbagai pelosok daerah. Kegiatan yang padat menjadi alasan sebagian masyarakat untuk menyerahkan urusan mencuci dan menyetrika pakaian ke penyedia jasa laundry.

Tak heran bila jasa ini tumbuh subur di berbagai tempat. Bahkan, sudah banyak pemilik usaha yang menawarkan kerjasama kemitraan atau waralaba. Alhasil, persaingan usaha ini semakin ketat.

Untuk tetap bertahan, beberapa pemain punya strategi tersendiri. Salah satunya menawarkan diferensiasi jasa. Para pengusaha ini memilih pasar yang khusus atau melayani konsumen dari sektor tertentu. Misalnya pasar, hotel, pabrik, dan rumahsakit.

Memang, tidak semua pemilik pabrik dan rumahsakit memiliki unit khusus laundry. Sama halnya dengan hotel. Untuk hotel besar, terutama bintang lima, memang tersedia unit laundry. Namun, itu berbeda dengan hotel-hotel lainnya yang menyerahkan urusan mencuci ini ke pihak ketiga. Padahal, kebutuhan akan laundry sangat besar bagi hotel.

Dibawah anak cabang laundry Jakarta, Sudarna kini dapat mengembangkan usaha laundry hotel di Jogjakarta. “Sebelum laundry hotel, saya sudah berkecimpung di chemical tahun 2007. Karena perkembangan hotel yang sangat pesat, membuat hotel lebih memilih menambah kamar karena dianggap lebih menguntungkan daripada memiliki laundry. Dan itu membuat usaha chemical saya menurun. Lantaran laundry memakan ruang dan biaya cukup besar ditambah hotel tingkat okupansinya tidak selalu tinggi,” tutur Sudarna.

Pria berusia 50 tahun ini mulai menggeluti usaha laundry hotel baru satu tahun. Usaha yang diawali bulan Juli 2019 ini, kini usaha laundry industri hotel sudah dapat membuka lapangan pekerjaan untuk masyarakat sekitar, khususnya warga Dukuh RT 05 Imogiri Bantul D.I Yogyakarta.

Padahal, peluang usaha laundry masih terbuka lebar. Dari satu kamar saja setidaknya ada beberapa item yang harus dicuci setiap hari, seperti sprei, selimut, dan handuk.

“Dulu 1 hotel 5 karyawan, sekarang ada 4 hotel Jambuluwuk, Grand Dafam, Lotus dan Palangkaraya terus nambah karyawan lagi. Karena dalam sehari melakukan dua kali pick up dan delivery cucian untuk pihak hotel, yaitu pagi dan sore. Jadi sekarang ada 15 karyawan dengan pekerjaan sendiri, ada yang mencuci, mengeringkan, menyetrika dan antar jemput cucian” ujarnya.

Setidaknya ada dua faktor utama yang diharapkan pihak hotel dari pengusaha laundry. Yang pertama ialah kualitas. Lantaran menyangkut citra hotel, sudah pasti standar yang harus diterapkan sama seperti laundry professional. “Mereka sangat concern dengan kualitas, seperti derajat keputihan, kelembutan, dan kerapian item yang diserahkan untuk dicuci dan disetrika” ujar Sudarna.

Selain itu, pihak hotel sangat mengharapkan ketepatan waktu pengambilan dan pengiriman cucian. Apalagi ketika peak season. Sebisa mungkin pihak hotel tidak kehabisan stok linen untuk tamu.

Melihat potensi hotel yang berkembang di Yogyakarta, Sudarna sudah berencana menambah mitra baru lagi. “Apalagi kalau musim liburan dan tahun baru wisatawan banyak sekali yang berkunjung di Daerah Istimewa Yogyakarta ini, karena market di Yogyakarta sangat bagus” tandas dia.

Sebenarnya, tidak banyak perbedaan antara laundry hotel dengan laundry rumahan. Mesin yang digunakan sama saja, yakni mesin cuci dan mesin pengering. Akan tetapi, karena harus mencuci dalam jumlah besar, usahakan untuk memiliki mesin cuci yang memiliki kapasitas besar. Tujuannya, untuk mempercepat proses pencucian. Apalagi, ujar Sudarna, klien butuh hasil cucian datang tepat waktu.

Untuk memenuhi kebutuhan laundry industri hotel, Sudarna memiliki tiga mesin cuci berkapasitas 100 kg, dua alat pemeras, empat alat pengering dengan kapasitas 100 kg dan dua alat setrika uap boiler. “Alat yang saya gunakan untuk memulai usaha hanya second. Karena kalau beli baru mahal sekali dan saya tidak punya uang sebanyak itu, meskipun second alatnya masih berkuallitas bagus” tuturnya.

Berbicara tentang cuan usaha laundry hotel sendiri belum bisa menutup uang operasional setiap hari. “Modal awal dari pusat, tetapi saya juga butuh tambahan modal untuk operasional setiap harinya,” tuturnya.

Sudarna pun mendapat kucuran modal usaha sebesar 8 juta dari KSPPS HANIVA. Dana tersebut digunakan untuk tambahan modal usaha dan memperkuat usaha loundrynya.

Mesin yang digunakan untuk usaha laundry hotel membutuhkan ruang yang cukup luas. Untuk itu, tempat usaha laundry hotel pun haruslah luas. Menurut Sudarna rencana 2020 ini akan memperluas tempat usahanya. “Rencana tahun ini saya akan memperluas tempat laundry, akan saya jadikan 2 lantai. Lantai bawah digunakan untuk mencuci, mengeringkan linen dan lantai atas untuk menyetrika dan mengepak sesuai hotel. Yang jelas lantai bawah untuk bagian basah-basah dan lantai atas untuk yang kering-kering” tambahnya.

Load More Related Articles
Load More By Informasi Seputar Bantul
Load More In Ekonomi & Bisnis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *