Home Ekonomi & Bisnis Ingat Saran Berikut dalam Menghadapi Resesi Ekonomi Indonesia

Ingat Saran Berikut dalam Menghadapi Resesi Ekonomi Indonesia

2 min read
0
0
49

Butuh siasat atau tips keuangan dalam menghadapi resesi yang hampir pasti akan dialami Indonesia. Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, sebelumnya memproyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia akan minus 2,9 persen di kuartal III 2020.
Kuartal sebelumnya, ekonomi Indonesia sudah minus bahkan lebih dalam yakni 5,32 persen. Dengan dua kuartal berturut-turut pertumbuhan ekonomi Indonesia negatif, maka Indonesia masuk jurang resesi sebagai dampak pandemi virus corona.
Lantas apa yang harus dilakukan masyarakat, menghadapi resesi ekonomi ini? Dua tips keuangan yang terutama adalah menyimpan uang cash dan menahan diri untuk tidak belanja senang-senang. Terutama buat mereka yang mengalami penurunan penghasilan.
Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Bhima Yudhistira, menyatakan saat resesi ada jargon cash is the king. Sehingga semakin banyak simpanan berbentuk tunai maka daya tahan rumah tangga di tengah resesi semakin besar.
“Disarankan simpanan yang bisa dicairkan kapan pun adalah instrumen terbaik. Kalau deposito yang tenornya sebaiknya deposito kurang dari 12 bulan,” ujar Bhima.
Salah satu dampak resesi adalah meningkatnya pengangguran, sehingga persaingan pencari kerja meningkat.
Sejalan dengan saran Bhima, Perencana Keuangan dari Advisors Alliance Group Indonesia, Andy Nugroho, menyarankan agar masyarakat menghindari belanja senang-senang. Yakni membeli barang semata karena keinginan, bukan kebutuhan.
“Apabila kondisi kita memang terbatas dalam hal pemasukan dan dana tabungan, bahkan bila mengalami pengurangan penghasilan atau terkena PHK, maka sebaiknya membelanjakan uang kita hanya untuk kebutuhan yang benar-benar penting dan diperlukan dulu,” kata Andy.
Andy menyebutkan beberapa kebutuhan penting yang tidak bisa ditunda adalah makanan, tagihan, sampai keperluan sekolah anak.
“Sementara kebutuhan-kebutuhan yang sifatnya kesenangan ataupun keinginan, di masa resesi seperti itu sebaiknya ditunda terlebih dahulu,” tandas Andy.

Load More Related Articles
Load More By Informasi Seputar Bantul
Load More In Ekonomi & Bisnis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *